banner I’m moderately expressed extravert, slightly expressed intuitive personality, moderately expressed feeling personality, and moderately expressed judging personality. I’m new in studying telecommunication so I need more advises and guides.
May
12th

Isu-Isu Pengimplementasian RFID

Author: black_gemi | Files under IT, Telecommunications

Kenapa perusahaan masih tetap menggunakan sistem UHF pasif pada supply chain, dibandingkan sistem LF dan HF?

Salah satu alasan adalah beberapa vendor hanya mengejar satu hal yaitu tag dengan biaya rendah. Alasan lain adalah jarak baca. Perusahaan membutuhkan kemampuan baca minimal 10 feet (3,3 meter) untuk RFID untuk bisa digunakan di warehouse. Hal ini dikarenakan tidak ada cara untuk membaca tag pada peron angkutan melalui pintu dermaga pada jarak kurang dari 10 feet. Pada jarak yang lebih dekat, reader akan menginterferensi operasi normal forklift dan perlengkapan lainnya. Tag LF biasanya bisa dibaca pada jarak 12 inch (0,33 meter). Tag HF bisa dibaca pada jarak 3 feet (1 meter) dan tag UHF bisa dibaca dari jarak 10 feet dan jarak yang lebih jauh.

Jarak baca ditentukan oleh beberapa faktor, dan yang paling penting adalah metode tag pasif yang digunakan untuk mentransmisikan data ke reader. Tag LF dan HF menggunakan inductive coupling. Pada dasarnya tag pada reader antenna dan coil dan tag antenna membentuk medan elektromagnetik. Daya dari medan tersebut digunakan oleh tag untuk mengoperasikan sirkuit pada chip dan kemudian mengganti beban listrik di antenna. Antenna reader mendeteksi perubahan medan magnetik dan mengubah perubahan ini menjadi bilangan biner satu dan nol yang diketahui oleh computer. Karena coil pada tag antenna dan coil pada antenna reader membentuk medan magnetik, maka tag harus dekat antenna reader yang membatasi jarak baca pada sistem ini.

Sistem UHF menggunakan propagation coupling. Antenna reader mengemisikan energi elektromagnetik (gelombang radio). Tidak ada medan magnetik yang terbentuk. Tetapi tag mengumpulkan energi dari antenna reader dan microchip menggunakan energi untuk mengganti beban pada antenna dan mengembalikan sinyal yang telah diubah. Hal inidisebut backscatter.

Tag UHF bisa berkomunikasi satu atau nol dengan tiga cara. Tag bisa meningkatkan amplitude gelombang pantul (Amplitude Shift Keying), fasa gelombang pantul (Phase Shift Keying) dan frekuensi gelombang pantul (Frequency Shift Keying). Reader menerima sinyal tersebut dan mengubah gelombang menjadi bilangan biner satu dan nol. Informasi ini yang kemudian dilewatkan pada sebuah komputer yang mengubah data biner menjadi serial number atau data yang disimpan pada tag.

Faktor-faktor yang mempengaruhi performansi

Karena sistem LF dan HF menggunakan inductive coupling maka ukuran reader field lebih kecil dan bisa dengan mudah dikontrol. Sistem UHF yang menggunakan propagation coupling lebih sulit untuk dikontrol karena energi yang dikirim pada jarak yang jauh. Gelombang bisa dipantulkan oleh permukaan dan mencapai tag yang tidak diinginkan untuk dibaca.

Sistem LF dan HF bekerja lebih baik dari sistem UHF di sekeliling metal dan air. Gelombang radio tidak dipantulkan oleh metal dan meyebabkan kesalahan pada pembacaan selain itu gelombang radio diserap oleh air. Isu tentang kesalahan pada pembacaan tag adalah isu pada sistem UHF. Berikut ini ada beberapa isu lain yang harus diketahui oleh user

Detunning Antenna :

Dengan propagation coupling, Antenna di-tune (diselaraskan) untuk menerima gelombang pada frekuensi tertentu. Ketika sebuah antenna ditempatkan pada objek atau kemasan paket yang tidak “RF friendly”, antenna bisa dide-tune (diselaraskan kembali), membuat tag sulit untuk menerima energi yang cukup untuk memantulkan kembali sinyal. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi isu ini. Produk dengan kandungan air dan metal sangat sulit untuk dibaca dan beberapa antenna bisa didesain secara khusus untuk diselaraskan ketika dekat dengan air atau terkopel dengan metal untuk meningkatkan kemampuan untuk membaca tag. Jalan lain adalah membuat gap udara antara tag dan objek. Pada kasus metal, gap udara bisa meningkatkan performansi karena gelombang akan terpantulkan oleh metal dan menyediakan daya pada tag.

Signal Attenuation :

Redaman (Atenuasi) pada RFID biasanya merujuk pada pengurangan energi yang diemisikan oleh reader atau energi yang dipantulkan kembali oleh tag. Jika energi yang mencapai tag kecil, maka tag harus dekat dengan reader agar bisa dibaca. Energi yang diemisikan oleh reader umumnya berkurang dengan semakin jauhnya jarak; Rate berkurangnya proporsional dengan akar kuadrat dari jarak. Tag UHF pasif (tanpa batterai) memantulkan kembali sinyal pada level daya yang rendah. Satu sinyal yang dipantulkan oleh sebuah tag menurun dengan rate berkurang sebesar akar pangkat empat jarak antara tag dan reader. Dengan kata lain, sinyal diemisikan oleh reader diredam secara natural karena jarak dan sinyal yang dipantulkan oleh tag pasif teredam pada rate yang lebih cepat.

Peredaman sinyal bisa disebabkan oleh cara suatu sistem dipasang atau faktor eksternal seperti objek yang di-tag. Kebanyakan reader mempunyai satu atau lebih antenna eksternal yang mengemisikan gelombang radio. Semua dikoneksikan ke reader dengan kabel koaksial. Karena energi merambat dari reader melalui kabel ke antenna reader, sinyal akan mengalami peredaman, sehingga menempatkan antenna reader terlalu jauh dari reader bisa menyebabkan performansi yang buruk.

Air, karbon, dan material lain menyerap energi UHF, sehingga produk dengan kandungan air yang tinggi seperti buah atau softdrink atau produk yang terbuat dari karbon seperti baterai bisa meredam sinyal yang mencapai tag pada produk ini.

Interferensi Elektromagnetik :

EMI pada dasarnya adalah noise yang menggangu sinyal yang dipantulkan kembali oleh tag UHF. Hal ini disebabkan karena terdapat berbagai jenis mesin. Motor mengemisikan EMI dan harus diberi pelindung untuk mencegah interferensi ke sistem RFID. Interferensi bisa juga disebabkan oleh sistem berbasiskan frekuensi radio lainnya yang terdapat pada area dimana sistem RFID digunakan. Kebanyakan jaringan wireless LAN lama yang menggunakan band frekeunsi UHF yang dapat menginterferensi sistem RFID sehingga harus diupgrade ke standar 802.11. Cordless phone, komputer wireless dan perangkat lainnya bisa juga menginterferensi sistem RFID.

<<How to know Radio Frequency Identification (RFID)

Originally posted 2009-08-11 08:39:13. Republished by Blog Post Promoter

Related Websites
  • Windows XP - Hidden Application, Explore How Much More You Can Do With Your Computer! There are a lot of hidden applications in Windows XP which can be quite helpful. These applications can be quite fruitful. Try them out. Here's how you go about doing it.In order to run any of these apps go to Start > Run and type the executable name (for......
  • How to use data validation Data Validation adalah salah satu tools di Excel yang bisa meningkatkan ketelitian kita dalam entry data.  Tools ini akan mencegah terjadinya kesalahan ketika kita sedang memasukan data (data entry). Kesalahan memasukan data bisa terjadi  karena salah ketik, atau data berada di luar range yang telah kita buat sebelumnya. Data......
  • Choose the Right Replacement Furnace Filter What kind of replacement furnace filter to buy isn't something most of us give much thought to. But you should give it some thought, because a replacement furnace filter does more than just keep your furnace clean and running efficiently. Today's replacement filters are designed with your furnace and your......
  • Wordpress Backup Wordpress Backup is an essential plugin for all Wordpress blog administrators by the Blog Traffic Exchange. It performs regular backups of your upload (images) current theme, and plugin directories. Backup files are available for download and optionally emailed to a specified email. Don't get caught without a recent backup of......

Post a Comment